
Bu Guru: "Selamat pagi anak-anak."
Zuck: "Selamat pagi emak-emak.."
Bu Guru: "Kan? Kamu ini selaluuu aja!"
Zuck: "Yabeginilah saya, selalu cakep setiap waktu.."
Bu Guru: "Serah deh, seraah! Dasar IQ jongkok!"
Zuck: "Eeaa... Berarti kita jodoh dong Ibu?"
Bu Guru: "Jodoh lambemu.."
Zuck: "Saya IQ jongkok, Ibu kalo pipis jongkok. Bukan itu kah jodoh?"
Bu Guru: *jejelin beha*
-----------
Bu Guru: "Selamat pagi Linntang. Ibu senang sekali bisa bertemu kamu lagi hari ini. Apa kabar?"
Linn: "Biasa aja deh, ga usah sok akrab gitu!"
Bu Guru: "Linn? Aku ini Ibu guru?!"
Linn: "Iya saya tau, yang bilang ibu kota siapa sih?"
Bu Guru: "Sekarang jawab pertanyaan Ibu. Kalo ga bisa awas?! Di mana pangeran Diponegoro dilahirkan?"
Linn: "Di rumahnya dong, jaman dulu kan belum ada rumah sakit bersalin Bu..
Bu Guru: "Tuhaan..." *nangis di bawah sangsaka merah putih*
----------
Bu Guru: "Jabon kenapa muka kamu kusut sekali?"
Jabon: "Kesiangan bangun Bu, buru-buru sampai ga sempet nyetrika muka.."
Bu Guru: "Emang malamnya kamu ngapain aja Bon?!"
Jabon: "Dih gimana sih? Bukannya Ibu yang tadi malam ngajakin saya teleponan sampai subuh?"
Bu Guru: "Sstt... Jangan keras-keras Beb.."
Zuck: "Teganya..." *nangis dalam lemari*
---------
Bu Guru: "Jukii! Kurang ajar kamu ya?! Berani sekali kamu merokok dalam kelas?!"
Zuck: "Gue ga merokok Bu. Merokok bisa mengganggu kehamilan dan merusak janin!"
Bu Guru: "Jangan bohong! Itu di sekitar kamu ada asap?!"
Zuck: "Ini bukan asap rokok.."
Bu Guru: "Trus asap apa? Pabrik bikini?"
Zuck: "Ini asap hatiku! Hatiku yang terbakar cemburu gegara Ibu nelponin Jabon sampai pagi. Ngerti ga?!" *banting pintu* *lari ke toilet* *silet-silet nadi*