
Sore semakin habis. Malam mulai menjelang. Zuck dan istrinya sedang menonton TV acara Adzan magrib untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Mas Zuck, Linn mau nanya dong,"
"Nanya apa, Beb?"
"Teks adzan kalo di layar TV kan Ashadu Anlailahaillah gitu, ya kan Mas ya? Tapi kok pelafalannya jadi Ashadu Alailahailallah
Zuck terdiam cukup lama. Lalu nyengir, "Hehe...
"Ga tau, ya? Katanya lulusan Aliyah.."
"Bukan ga tau, Sayang. Cuma sedang mengingat-ingat
"Gayamu, Mas, Mas," ledek Linn.
"Aku ingat!" Seru Zuck menghadap istrinya. "Itu karena idghom bilagunnah. Iya idghom bilagunnah. Idghom bilagunnah itu ada dua huruf, 'lam' dan 'ro'. Dua huruf tersebut akan menghilangkan bunyi huruf 'n' jika bertemu nun mati, atau semua huruf yang dibaca 'an', 'in', 'un' tanwin," jelas Zuck penuh percaya diri.
"Beneran gitu?" kata Linn dengan tatapan takjub.
"Iya. Contohnya di lafadz adzan tadi, di kalimah syahadat juga. Bunyi huruf 'nun' melebur menjadi huruf 'lam'. Peraturan Idghom bilagunnah adalah 1 harokat pada saat peleburan..."
Linn mesem. "Pinter ya?"
"Ganteng juga...
Linn memencengin bibir. "Jadi pengen muntah-muntah gini sih, Mas? Padahal belum hamil...
"Hahaha... Dasar!" Zuck mendekap geram Linn.
Linn meronta. "Jangan kenceng-kenceng
"Tapi aku berharap, hubungan kita bisa seperti idghom bilagunnah itu, Sayang," bisik Zuck kemudian, perlahan-lahan dan penuh perasaan.
"Maksudnya apa, Mas?" Linn memandang ga ngerti.
Zuck balas memandang Linn. "Idghom Bilagunnah itu selamanya cuma ada lam dan ro'. Begitupun hubungan kita selamanya, cuma aku dan kamu...
"Aduh, Mas..." rintih Linn, mendusel-dusel di dada Zuck.
"Udah ah. Ga usah lebay. Kita magriban dulu ya?"
"Tapi kan baru wilayah Jakarta, untuk wilayah rumah tangga Zuck Linn belum?"
"Ya kita siap-siap dulu, Sayang. Sholat itu lebih keren kalo dikerjakan tepat waktu," Zuck berdiri. Siap-siap ke kamar mandi untuk berwudhu.
Linn merentangkan tangan. "Gendong...
"Ya Allah. Manja banget sih?" Zuck geleng-geleng.
Linn bales menggeleng-gele
"Yaudah, yaudah. Dasar kamu..." Zuck akhirnya ngalah walau rada-rada jengkel.
"Muahaha..." Linn ngakak melihat tampang suaminya yang merengut ikhlas ga ikhlas.
Sampai di kamar mandi, Linn berwudhu duluan. Kemudia menengadahkan tangan membaca doa selesai berwudhu. Zuck hanya memandangi penuh kagum dan bangga. Wajah istrinya, ketika basah air wudhu begitu, kecantikannya meningkat 15%. Subhanallah.
"Bangga punya istri kamu, Sayang." goda Zuck sambil meraba wajah Linn.
"Hah! Kan Linn jadi batal lagi? Sengaja nih pasti. Aaa... Mas jahat!" Linn ngamuk-ngamuk manja. Kakinya menghentak-hent
"Duh, iya, iya. Maap, Sayang, maap. Cepetan wudhu lagi gih."
"Enggak! Mas aja yang wudhu duluan..."
"Enggak mau. Pasti kamunya nanti mau bales dendam batalin aku kan? Iya kan? Hahaha. Kebaca...
"Iih... Dasar Masnya mau menang sendiri. Dasar! Dasar!" Linn mencripati Zuck dengan air bertubi-tubi.
Zuck ga terima. Sambil tertawa ia bales mencripati Linn. Akhirnya mereka saling ciprat-cipratan
Dan setelah mandi dengan durasi yang ga wajar, adzan magrib mulai bersahut-sahuta
Linn tersipu. "Udah ah, Mas. Ntar ga khusuk lho kita sholatnya?"
Zuck mengucap istighfar dalam hati.
No comments:
Post a Comment