Zig Zagnya Zuki



Gue Zuki. Gue dilahirkan di Aceh oleh Ibunda gue dengan perasaan yang begitu bahagia. Jadi buat yang masih mengira gue lahir di Amerika atau Korea, kalian udah salah besar men. Jangan menilai seseorang cuma dari tampang doang!

Iya bener Aceh, tepatnya di sebuah pedalaman kabupaten Aceh Barat. Kalau dari Kota Meulabouh sekitar 1 jam ditempuh dengan motor, tapi bisa sampai dua tiga jam kalo dalam perjalanannya kamu kena razia polisi, ban bocor, spion konslet, rantai putus dan sebagainya. Buat teman-teman yang sesama aneuk nanggroe, peu haba Sidara?

Selain lahirnya di Aceh, gue juga lahirnya disayang-sayang
, dibuai-buai, dipeluk, dicium. Ada kan ya bayi-bayi yang lahirnya di Sorong. Yang paling kasihan tuh yang lahirnya di Palu. Hadoh!
Apa sih banget.

Udah, buat sementara itu aja seupil info tentang aku, kalo mau kenal lebih intim, kapan-kapan kita ketemuan aja langsung, sore-sore di pantai, ngobrol santai minum es degan sambil melihat senja kiss emotikon

Tapi ngomong-ngomong gue suka iri sama Ayah gue. Gue lihat ayah gue dalam hidupnya begitu bangga dan bahagia, dikarunia anak yang keren serta rajin menabung. Bagaimana gue ga iri coba, belum tentu lho kelak gue bisa punya anak ganteng seperti yang beliau miliki saat ini. Yekan? Mungkin dulu pas gue masih dalam kandungan, waktu hari pembagian wajah buat calon anak, ayah gue datangnya cepet, jadinya bisa dapet yang bagusan begini. Mungkin...!!!

"Ayah..." kata gue suatu hari.

"Iya.." jawab Ayah hari itu juga.

"Boleh saya nanya satu hal?"

Ayah cuma mengangguk sebagai jawaban.

"Tapi Ayah harus jawab jujur?"

"Okay. Mau nanya apa?"

"Gini, Yah. Rasanya punya anak yang ganteng itu seperti apa sih, Yah?"

Ayah gue langsung buang muka. Beberapa saat kemudian, dengan bijaksananya beliau menjawab: "Rasanya punya anak ganteng? Emm.. Ayah ga tau, Zuk. Coba kamu tanya aja sama kakekmu. Dia lebih tau...