
Zuck dan Linn suatu hari berpetualang ke hutan cagar alam. Saking terpesona akan keindahannya, mereka terus memasuki wilayah hutan semakin dalam.
"Keren ya Beb hutannya?"
"Iya Mas. Hutan ini kayaknya masih perawan, belum
terjamah manusia."
"Salut aku sama prinsipnya menjaga keperawanannya.
"Tapi jangan terlalu milih-milih, ntar jadi perawan tua lu tan!" Linn ngomong sama pepohonan.
Mereka terus menjelejah semakin jauh. Hingga tau-tau hari sudah sore. Dan mereka berniat pulang. Tapi...??
"Kita udah tersesat ini Beb..."
"Setuju, Mas. Mampus deh! Sekarang kita ada di mana? Ini tanggal berapa aku ga tau..
"Pasti papa mama udah gelisah mikirin kita..
"Mana hutannya gelap banget, pasti di sini tempatnya singa, harimau, srigala beserta kroni-kroninya berkumpul. Hii..
"Toloong.. Tolooong...!" Zuck teriak-teriak minta bantuan.
"Mas, biar ada yang dengar, gimana kalo kita teriaknya serempak..
"Iya beb, kamu bener. Ayok teriak serempak..
Lalu keduanya teriak: "SEREMPAK! SEREMPAAAK! SEMPAAAAAKKKK!!
Sayangnya, hingga suara hampir habis, ga ada tanda-tanda ada yang akan menolong mereka.
"Gimana ini Beb, aku takut.." Zuck mulai cemas, berada di tengah hutan rimba cuma berdua begitu ga ada orang lain, kalo Linn melecehkannya siapa yang menolong?
"Tenang Mas. Kamu kan bawa peta?"
"Itu dia masalahnya, Beb. Petanya ketinggalan di rumah, huuhuu.." Zuck udah nangis aja.
"Kamu gimana sih?! Kalo mau berpetualang barang-barang kayak peta, kompas, kompor gas itu ga boleh ketinggalan tau! Koplok kok diawetin!"
"Maafin aku Beb, tadi berangkatnya buru-buru. Gimana kalo kita pulang aja dulu, ngambil petanya..
"Wah, tumben ide kamu bagus Mas! Ayok!"